Santai

Sahabat Perempuan

FB_IMG_1517247257362.jpg

Darin dan Gadis, dua sahabat.

 

Saya pernah dengar kalimat putus asa berbunyi, lelaki dan perempuan tidak bisa bersahabat. Pasti ada perasaan lebih yang melanda salah satunya. Benarkah? Saya rasa, tidak juga. Sekalinya sebuah persahabatan antara lelaki dan perempuan berhasil utuh, jalinan emosionalnya kuat tapi tidak merusak. Sangat ideal.

Saya tidak banyak punya teman dekat (lelaki dan perempuan). Tidak seperti adik-adik saya yang populis, saya lebih cenderung penyendiri. Pergaulan saya memang luas, tapi yang benar-benar menjadi teman bisa dibilang sangat sedikit. Tidak banyak juga yang betah menjadi sahabat sayaβ€”saya kan punya sisi keras kepala, panjang akal, sensitif, rempong, dominan, bahkan manja, dan sejujurnya, kadang cengeng. Tidak mudah meladeni semua itu.

Salah satu perempuan yang bisa menjadi sahabat saya (dan meladeni semua sisi tidak dewasanya saya itu) adalah Darin. Gadis asal Bima itu kalau mau ngomong pedas ya pedas, memuji ya memuji. Darin meletakkan dirinya tidak di depan saya dan tidak di belakang saya, tidak juga di atas atau di bawah. Kami berimbang, setara, tidak kalah tidak menang.

 

IMG_20160904_063403.jpg

Pertama kali bertemu Darin, bersama para pustakawan Djendela.

 

Saya ngomel dan diomeli, saya menasehati dan dinasehati, saya curhat dan dicurhati, saya marah dan dimarahi, saya meledek dan diledek, saya membantah dan dibantah. Saya dan Darin, kalau ribut, ributnya ya sungguh-sungguh. Dalam banyak tingkahnya, saya tidak merasakan sedikit pun aura acting seperti kebanyakan teman yang saya kenal. Darin blak-blakan. Kalau hati saya lemah, dia tega nyolot, dasar orang yang lemah hati!

Saya selalu tertawa setiap kali Darin bersikap terang-terangan. Dia pernah menangis karena saya tanpa sadar meragukan kesetiaannya sebagai sahabat, dalam sebuah situasi yang di dalamnya saya sedang tertekan. Saya menyesal karena saya terlambat menyadari, dari lubuk hati kami, saya dan Darin telah menjadi sahabat baik. Darin dan saya dengan cepat belajar mengerti satu sama lain, kapan harus merecoki, dan kapan harus direcoki.

Padahal, saya dan Darin hanya pernah bertemu dua kali. Tapi kami bisa menjadi sahabat baik.

Perempuan lain yang saya juga baru dua kali saja bertemu dengannya, adalah Gadis. Kami bertemu dua kali, di tempat-tempat yang bukunya berlimpah. Gadis suka membaca. Kepulangannya dari Australia untuk liburan tak kusia-siakan. Kuajak ia kopdar di Gramedia, di Perpustakaan Kota Malang, dan kuajak ia mencicipi tahu telur legendaris di daerah Pecinan, yaitu Tahu Telur Lonceng.

 

FB_IMG_1517247290211.jpg

Gadis πŸ™‚

 

Gadis, sejauh yang saya tangkap, adalah perempuan baik hati yang berusaha bersikap logis dalam tingkah lakunya, dan tidak rempong. Enak diajak ngobrol apa saja, dan tidak sombong. Gadis terlihat simpel mulai dari penampilan. Sejujurnya saya segan bila berbincang dengannya, khawatir kalau-kalau rempong saya kumat, dan dia memberi saya lirikan freak, hahaha.

Dan entah kenapa, bayangan Gadis muncul di kepala saya setiap kali mendengar lagu Gita Gutawa feat Melly Goeslaw yang berjudul “Memang Kenapa Bila Aku Perempuan” di menit 3.23 – 3.33. Itu menit ketika Melly Goeslaw melantun sedikit meninggi.

Tapi Gadis menyenangkan. Benar kata Darin tentang Gadis: lovely, mudah dikagumi. Dia memberi saya buku β€œHijrah Bang Tato”, karya Bang Fahd Pahdepie, yang bulan Maret mendatang akan saya mintakan tanda tangan karena kantor saya mengundangnya seminar di kampus. Buku itu dikirim dengan sebungkus nasi ayam yang nikmat, dan sebuah pesan: jangan makan mie.

Dia tahu saya lapar tapi sering berhemat karena beli buku. Betapa baiknya. Nasi itu adalah bungkusan yang ia dan keluarganya rutin bagikan setiap jum’at pada orang-orang tak mampu. Saya salah satu yang tidak mampu itu (hidup rakyat!). Dia juga menghadiahi saya sebatang pulpen dan gantungan kunci dari Australia, sewaktu kopdar kami yang kedua. Dia memotivasi saya untuk kuliah di Luar Negeri, di Australia.

 

IMG-20180111-WA0000.jpeg

Enter a caption

 

IMG-20180121-WA0017.jpg

Tunggu selesai S2 dan dapat beasiswa, pasti belajar ke sana πŸ˜‰

 

Sebenarnya saya bertanya-tanya pada diri saya: bisakah saya pergi ke Australia dengan biaya beasiswa? Tapi saya segan meragu di hadapan Gadis. Lain halnya Darin, saya bisa bebas meragu di depannya, dan saya menikmati rasa waswas-senang menanti kalimat-kalimat lancang apa lagi yang akan Darin lontarkan pada saya. Kadang kalau sebal, saya doakan dia selalu kalah dalam setiap permainan game-nya.

Bersahabat dengan Darin dan Gadis, adalah menyenangkan. []

 

Iklan
Standar

38 respons untuk β€˜Sahabat Perempuan’

  1. Quraeni berkata:

    apa aku hrs bertemu 2x dgn bang ical agar aku diterima jdi sahabatnya bang ical?

    tiba” ku jdi cemburu berujung kesal baca ini huft~

    *iam just saying, abaikan juga gpp

  2. Apaa cuma 2 orang? πŸ€”βœŒsahabat perempuanku buaaanyaaaak bingitz, apa lagi sahabat laki2…πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ dunia maya dunia nyata adaaaa..πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ€—πŸ‘ŒπŸ‘βœŒβœŒβœŒ
    Tapi saluut buat ke dua sahabatnya.πŸ‘πŸ‘πŸ‘
    Semoga cita2nya dapat kesampaian..amin. saya dari dulu juga pengen kuliah disana. Tapi sampai saat ini belum juga tercapai..😣😣

  3. Rissaid berkata:

    Dari sekian banyak foto yang dipose biar cantik, uploadnya selalu yang dekil, dasar lancang!! Akutu ga bisa diginiin πŸ˜­πŸ˜‘

  4. HWAAAAAAAAAAA. TERIMAKASIH BANG ICAAAAAAL. *TEPUK TANGAN* *TERHARU*
    Don’t worry, I’m a total freak. wkwkwk

    Insyaallah bisa lah bang ke luar negeri, mau ke Mongol juga kan ke padang pasir sambil ditemenin domba-domba gitu :3
    Tetep semangat !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s