Santai

Pindah

IMG_20180206_170633_HDR.jpg

Selasa, 6 Februari 2018, resmi sudah aku pindah kos ke Kota Batu. Kos baruku ini lebih dekat dari kampus; hanya butuh 10 – 15 menit berjalan kaki.

Meski disebut ‘kota’, nyatanya daerah kosku ini pinggiran. Nuansa desanya kental, dengan suasana yang sepi tenang. Rumah masih jarang-jarang. Rumah kosku bahkan bertetangga dengan sawah (di kanan) dan kebun bunga (di kiri). Masih ada beberapa petak kebun jeruk dan pohon jati.

Dalam perkara mencari kos-kosan, aku memang sedikit pemilih. Aku suka kamar yang memiliki jendela besar, jadi aku bisa menulis di pinggirnya. Kebetulan kamar ini luas (3×4 m), kasurnya besar, dengan sebuah lemari plastik dan meja kayu untuk menulis. Tambah lagi, pemandangan Bukit Panderman dengan kabut-kabut mengambang dan peradaban manusia (seperti gemerlap lampu di malam hari) di kakinya, bisa kunikmati dari pinggir jendela. Belum lagi sore selepas hujan, di sini sangat tenteram.

Semua fasilitas istimewa tersebut terhitung murah, bila dibandingkan di daerah-daerah mahasiswa yang lain di Kota Malang. Aku bersyukur.

20180205151128.jpg

Kos pilihanku ini sebenarnya tidak bisa dibilang strategis: jauh dari mesin ATM, jauh dari Pom Bensin, jauh dari warung kopi, jauh dari perpustakaan kota, jauh dari toko buku, jauh dari bioskop dan mal; warung makan juga tidak bisa dibilang dekat, dan jumlahnya hanya satu dua, dengan sajian itu-itu saja; ada juga satu dua toko kelontong. Tapi aku memang ingin menjauh dari akses serba menyenangkan itu. Aku sedang berlatih sesuatu.

Jadi, inilah alamatku: Jln. Lilin Emas blok B-III no. 11, Kel. Dadaprejo, Kec. Junrejo, Kota Batu (kodepos: 65233). Inilah alamat resmiku sekarang, kalau-kalau kalian ada yang ingin mengirimiku:

  1. Surat (surat kangen, surat cinta, surat tagihan utang, surat keputusan kenaikan gaji, surat kaleng, surat ancaman pembunuhan, dll);
  2. Nasi (nasi campur, nasi goreng, nasi briani, nasi yang ada sotonya, nasi yang ada satenya, nasi yang ada pizza-nya, lalapan tempe, tahu telor, dll);
  3. Camilan (Aku suka terang bulan, tahu isi isi sayur, weci/ote-ote, cakwe, kentang goreng, pohong keju, keripik singkong bumbu, lemper, bolen pisang, nagasari, pukis, jus buah selain apukat dan tomat, dll);
  4. Buku—ini yang kusuka, buku-buku yang baik.

Hahaha, aku hanya bercanda. Tapi serius, hahaha.

IMG_20180206_163219_HDR.jpg

Aku harus membeli beberapa perabotan penting. Piring, sendok, keset, selimut dan payung. Kalau hanya ke kampus, atau membeli keperluan harian, aku akan berjalan kaki. Aku juga bisa membayangkan sore hari berjalan-jalan di sekitar kos, menyusuri kebun-kebun, sembari membaca buku. Atau, siang hari yang cerah, aku akan pergi ke gazebo bambu di bawah kavling pohon jati. Aku senang membayangkannya.

Di kosku ini, hanya ada empat kamar. Satu kamar masih kosong, satu kamar lagi dihuni 2 orang kawan dari Kalimantan, dan satu kamar lagi dihuni 2 orang kawan dari Lombok. Walhasil, di sini ada tiga orang Lombok, ditambah 2 kawan dari kawan itu yang rajin bertandang. Bapak dan Ibu kosnya masih muda, dan bisa bergaul karib dengan anak-anak kosnya.

Sip.

Aku senang dengan tempat tinggal baruku. []

Galeri:

Iklan
Standar

51 respons untuk ‘Pindah

  1. Alfu berkata:

    Itu kardus kardusnya kalo bisa ditaruh diatas lemari atau dibawah tempat tidur aja bang biar terlihat rapi dan ga nyumpek nyumpeki Wkwkwk

  2. Hafidh Frian berkata:

    Dulu bukannya di basecampnya anak lombok itu yaa bang. Sekarang kayaknya mau menyendiri nih. Di kosan yang lebih deket ama kampus. Suasana baru emang kadang-kadang dibutuhkan. Aku di surabaya dulu tiap tahun ganti kosan. Heheh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s