Kabar

Preambule: saya diperintahkan Darin untuk menulis ucapan selamat ini setelah tulisan dia terbit. Biasa, dia memang sukanya ndak mau kalah. Setelah saya membaca tulisannya, saya sulit membedakan apakah itu ucapan selamat atau upaya pamer (dengan saya sebagai objek buliannya). Darin, saya harus bilang: kamu tu kudu diberitahu Ziza justru karena kamu ndak peka, tau. Hahaha.

Oke, kita sudahi Preambule-nya.

Fadel, Ziza, kalian orang kesekian yang meyakinkan saya bahwa firasat bekerja jauh lebih gegar ketimbang asumsi. Tidak seperti Darin, saya peka dan punya perasaan kuat pada beberapa hal, salah satunya pada nasib nikah orang-orang di sekitar saya. Saya lupa tepatnya, tapi sudah lama sekali saya merasa kamu dan Ziza akan menjadi pasangan. Menjadi suami istri. Waktu itu, sebentuk rupa hadir di benak saya dalam nuansa biru muda, yang di tengahnya ada kamu dan Ziza. Kalian sedang tertawa.

Dan saya tergelak waktu menerima undanganmu. Undangan warna biru muda. Saya tidak menyesal pernah turut menggoda dan mengompori kalian berdua sejak jaman pra sejarah. Kalian berdua punya energi gembira yang sama, nampak di berbagai tulisan kalian. Khususnya Fadel, bertemu kamu di kopdar kita dulu membuktikan kehangatan itu.

Entao, feliz casamento, amigos. Cerita cinta kalian akan saya ingat. Saya memohon kepada Allah agar kalian tidak lupa kesulitan-kesulitan yang telah kalian alami untuk sampai di titik ini, dan mutiara apa yang kalian dapatkan dari kesulitan-kesulitan itu. Saya memohon kepada Allah agar walau bertemu badai sejadi-jadinya, semoga perahu kalian tetap hangat dan kuat. Laiknya kalian berdua.

Feliz casamento!

NB:

Oya, maaf banget saya ndak bisa datang ke acara pernikahan kalian. Mulanya saya, Kunu dan Arif (pacarnya Kunu) mau main ke Semarang. Tapi Jumat lalu saya mendadak ujian proposal dan sekarang harus ngebut supaya sebelum Januari bisa menyelesaikan tesis (dan tidak perlu bayar uang semester depan). Kado menyusul, ya. Kalian mau apa, Eskrim Fadel Pop dari Walls?

NB lagi:

Saya baru tahu Ziza ternyata tinggi begitu. Fadel begitu menjulang di depan saya, dan tinggi Ziza hanya setelinga Fadel?

Standar

31 respons untuk ‘Kabar

  1. Bukan hanya abang, aku juga ngira tingginya ziza seperti ikha gitu, ternyata bisa sekupingnya fadel.
    Biarpun gak pernah ketemu, tapi fadel jelas lebih tinggi dari pada aku…#katanya

    Berbicara firasat, abang benar2 mirip dengan pembimbingku deh.. selain peka akan hal2 ghaib (seperti perasaan juga ghaib loh) juga sedikit punya kelebihan perihal firasat..

    Yah seperti nama anak kedua saya yang diberikan kepadaku padahal usia kandungan istri masih 7 bulanan 😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s