Lagi

Satu setengah tahun yang lalu, saya umumkan ke khalayak bloger kalau saya ingin rehat. Waktu itu saya sedang mengelola sebuah media. Djendela.co namanya, dikembangkan oleh perpustakaan komunitas saya di Lombok, Perpustakaan Djendela. Saya ingin fokus karena Djendela.co diperkirakan akan berlalu-lintas padat, sehingga menuntut perhatian penuh.

Lantas saya pamit dari dunia perblogan. Sesekali saya mengintip tulisan teman-teman, tapi tanpa membuka akun blog saya sendiri.

Beberapa waktu yang lalu Djendela.co kami shut down karena “satu dan lain hal”. Usianya setahun lebih, sejak gempa Lombok hingga bulan-bulan akhir 2019. Saya kembali membuka akun blog saya. Sedetik saya disergap kangen. Karena saya ingin punya nuansa baru di blog ini, maka saya putuskan untuk berbenah dalam beberapa langkah.

Langkah pertama, saya mengarsip tulisan-tulisan terbaik saya selama tujuh tahun ngeblog. Kemudian, saya hapus semuanya dari posts. Rencananya, saya akan mengedit tulisan-tulisan itu dan menerbitkannya menjadi buku. Belakangan saya agak menyesal. “Jejak” adalah barang berharga di blog, apalagi saya ngeblognya tidak sebentar. Misalnya, blog Ustadz Hilal, tulisannya tentang kopi pada Januari 2008 masih bisa dibaca (dan beliau sejak awal telah menulis dengan bagus).

Langkah kedua, saya mengubah tampilan. Saya cari theme yang sederhana dengan jenis font yang mudah dibaca. Kekuatan blog saya ada di tuturan dan wacana, jadi saya tidak bisa memilih theme dan font yang ‘ramai’, supaya pembaca lebih nyaman. Saya suka wajah Tirto ID; pilihan font dan spasi mereka pas untuk membaca tulisan-tulisan serius.

Langkah ketiga, saya menetapkan tema. Saya ingin blog ini dikenal dengan tema tertentu. Seperti Bang Takdis (blog petualangan), atau Pak Reza A.A. Wattimena (blog filsafat). Tapi saya ragu. Akankah ‘keterikatan pada tema’ memudahkan atawa menyulitkan? Akhirnya saya putuskan untuk bebas-tema. Nanti saja saya bikin kanal lain kalau ingin tematis.

Sampai akhir 2019, saya hanya mengisi tulisan sekali tiga minggu. Saya tidak ingin buru-buru menulis intens, supaya ‘napas’ saya panjang. Sebenarnya supaya saya terlatih untuk tidak latah membacoti ini dan itu (reaksioner). Tapi tahun ini saya mencoba menulis tiga kali sebulan, tiap tanggal 3, 13, dan 23. Ada apa dengan tanggal itu? Mana saya tahu. Saya asal saja. Yah, ada, sih, alasannya, tapi saya enggan menceritakannya sekarang.

***

Pengikut (follower) blog saya sudah seribu lebih, tapi sebagian besar sudah tidak aktif. Beberapa kawan yang dulu pernah saya ikuti entah kenapa tak terikuti lagi. Mungkin kesalahan algoritma, jadi saya ikutilah mereka lagi. Di antara pengikut baru, ada kawan lama yang dulu pernah mengikuti saya. Mungkin kesalahan algoritma, atau dia pernah berhenti mengikuti saya.

Beberapa teman dekat dari Komunitas Obrolin masih aktif menulis. Hanya Kunu yang saya tahu ikut lesu menulis setelah saya pamit. Saya terharu tulisan saya berpengaruh buat dia. Tapi setelah saya kembali ngeblog, Kunu masih ndak mood menulis lagi. Apakah pengaruh saya padanya melemah? Wkwkwk, saya ngarep.

Saya kangen ngeblog. Sebab blog adalah flatform di mana saya bisa menulis panjang dan ada orang yang bersedia membaca dan mengapresiasi, dan saya melakukan hal yang sama buat mereka. Kadang saya bacakan tulisan-tulisan menarik bloger lain ke warung kupi, sebagai bahan diskusi, debat atau gibah. Menyenangkan bisa mengapresiasi dan diapresiasi dengan seksama oleh orang-orang yang tidak benar-benar kita kenal.

Saya pun kangen dengan komunitas-komunitas blog, tapi saya sudah kurang mood berkomunitas. Saya pernah menulis tentang pergeseran semangat ini. Dulu saya gampang keluar grup bila saya sedang pening, atau bila grup WA terlalu bising, unfaedah, atau beda ideologi. Sekarang jangankan keluar grup, saya bahkan tidak pernah lagi menghapus pesan masuk. Selow saja.

Aigoo, nikmatnya menjadi tua.

Saya kangen ngeblog. Kini saya kembali. Mau dibawa ke mana blog ini? Tidak tahu. Harus seterkenal apa? Lah, bodo amat. Saya enggan berencana. Sungguh, atas banyak persoalan di hidup kita, menghadapi dengan sikap mengalir jauh lebih baik. []

Standar

60 respons untuk ‘Lagi

  1. Terus menulis saja, Bro Ical. Pikiran2 Anda yg tertuang lwat tulisan itu, bgi saya, sllu segar san enak utk dikunyah. Lumayan lama juga ternyata ngeblognya.
    Keep up the good word!

  2. praditalia berkata:

    Oh… Jadi ini ngeblog lg setelah hiatus? Kirain ga ada masa hiatusnya. Brrt aku beruntung y follownya di saat masnya udah balik ngeblog wkwkwk. Kenapa diarsip? Bukannya sebelum dipublish d blog harusnya udah d arsip di word? Apa aku doang yg kayak gt ya? Aku ngetiknya di word, baru setelah itu dipublish di wordpress. Lebih nyaman aja ngetik di word dan sekaligus buat arsip secara tidak langsung.

    Keep writing mas, go… Blogging

    • Iyaa, pernah hiatus dari blog sebelumnya, Maulia 🙂 Tapi sialnya masih tetap harus menulis di tempat lain, jadi sama aja 😂

      Ada arsip, cuman kalau sudah dipost di blog biasanya ada banyak perubahan. Karena pas ditulis di word, itu belum ada swasunting. Sekali jadi. Kemudian paste di blog, editnya di situ untuk menyesuaikannya dengan tampilan akhir yang rapih di blog 🙂

      Keep up good words, Maulia! 😊

  3. Bang Ical, tetaplah menulis diblog ini dan jangan dihapus lagi.

    Aku belajar banyak dari tulisan2 Bang Ical. Terutama, dalam hal menyampaikan pandangan. Pandangan yang disampaikan begitu kuat tapi nggak terkesan menggurui 👍👍

    Btw, baru keingetan. Aku blm ngearsip tulisan2 diwordpress 👀

  4. wadidaw ada yang ngeblog lagi. selamat datang kembali anak muda (abis tuaan saya).

    tapi emang udah agak sepi sehh sama orang-orang yang doyan ngeblog. nggak tahu pada kemana. tapi ahh suda sudaaaaa

  5. Selamat pulang, Bang Ical. Pun, akhir-akhir ini semangat menulis blogku sedang menguap entah kemana. Semoga cepat balik lagi biar blognya engga mati suri 🙃

    • Terima kasih Kakak 😊

      Iya, ya. Ada masa-masa tertentu di mana penulis merasa enggan dan jemu untuk menulis. Kayaknya ini lebih dari sekadar writer’s block yang sifatnya teknis. Ini psikologis 🙂

  6. saya juga pernah mikir rehat karena niat mau fokus skripsi tapi terakhir jenuh akhirnya curhat di blog jg. akhirnya lanjug lagi ngeblog wkwkw

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s