Pret

1/

Sudah 14 hari saya pulang ke Lombok. Sebenarnya saya tidak ingin pulang. Selain harus mengurus pendaftaran wisuda, saya ingin melewati masa kritis Corona di Kota Malang bersama-sama. Tapi kampus saya ditutup, macem mane awak ni nak ngurus administrasi? Lagipula, rumah sedang membutuhkan saya.

Meski di rumah kami berusaha keras mengikuti protokol sterilisasi, tapi kami tidak bisa benar-benar mengkarantina diri. Rumah sedang diperbaiki, dan ada saja keperluan yang mengharuskan kami keluar. Sesekali keperluan itu saya manfaatkan untuk jalan-jalan.

Tanggal 6 April, saya mulai mengajar sosiologi di Madrasah Aliyah Alam Sayang Ibu (MSI). Online, tentu. Sejak kemarin saya menyiapkan bahan ajar: mengumpulkan artikel, buku dan video terbaik, menyusun kata kunci dan penjelasan yang mudah dipahami.

2/

Sejujurnya, semangat saya sedang lindap. Terutama untuk menulis dan membaca: melakukan keduanya saya harus bersikeras. Bahkan untuk menonton film pun saya agak ogah. Selama di rumah, hidup saya datar saja, seperti 3 paragraf di atas. Haruskah saya membuat kelas menulis online? Pret. Tulisan saya saja masih keruntang-pukang.

Saya menyelamatkan diri, sesekali. Jalan-jalan ke pelosok. Ikut mancing malam-malam di bawah jambatan Meninting. Ngopi ke rumah seorang nelayan di Kampung Bekicot. Ngomong sama kucing—saya mengajari Meh, kucing saya, berbahasa Indonesia. Me-mode pesawat-kan hape terus buka gugel dan main game dinosaurus yang lompat-lompatin kaktus. Gibahin bapaknya orang. Jelek-jelekin mantan. Nyindir orang yang bernafsu banget punya hidup berfaedah. Pret. Jadi sempurna kok candu, padahal yang sempurna cuma Tuhan. Berfaedah itu harus diupayakan. Bernafsu jangan.

Nah. Kalau keadaan sudah lebih lapang, saya mau balik lagi jadi reviewer-nya Jurnal Ulumuddin. Uangnya buat tabungan anu.

3/

Seluruh paragraf di atas adalah caption sebuah postingan di IG saya. Hari ini adalah jadwal wajib saya menulis dan saya sama sekali tidak bisa menulis. Semangat saya masih menguap. Saya bahkan tidak pernah membuka wordpress sejak memosting tulisan terakhir. Saya merasa bersalah pada komentar yang berdatangan. Betapa perhatiannya mereka dan saya tidak.

Tapi saya sedang menghadapi situasi yang tidak biasa. Semoga komentar-komentar yang tidak berbalas itu dimaklumi. Hanya saja, saya tidak ingin ingkar jadwal. Saya harus memosting sesuatu walau badai menghadang.

Pret. []

Standar

42 respons untuk ‘Pret

  1. Titip salam untuk Meh, Bang Ical. Bilangin, tolong temani Bang Ical menyelamatkan diri. Sampaikan juga, kalau sedang menemani Bang Ical, janganlah manja minta digendong.

    Meh, mandirilah sesekali. Jalan kakilah sendiri 😎

    • Telah abang titipkan salamnya Shinta pada Meh, dan karena kosakatanya terbatas sekali, dia cuma bisa bilang “Selamat pagi!” padahal hari sudah siang. Atas nama Meh abang meminta maaf, maklumilah Meh karena baru belajar bahasa Indonesia sehari saja.

      😁

  2. Tidak apa, aku memahamimu, Meh. Minta diajarin lagi, Meh. Kosa kata Bang Ical buanyak sekali. Kamu pasti semakin pintar nanti.

    Oh iya, Bang Ical itu jago memotret. Mintalah dipotret yang sering, Meh ~

  3. mudah-mudahan wabah ini segera berlalu ya. tadi kubaca info bahwa kabarnya puncak wabah covid19 ini di bulan Juli 2020. artinya, masih sekitar 3-4 bulan lagi. 😦

    • Sebentar: aku harus memanggil Mbak atau Mas? Aku suka sekali blognya, Insanayu.com ini, tapi ndak bisa ku-follow, gimana caranya 😆

      Tulisannya uda apik lagi, mau kelas menulis gimana coba 😂

      • Panggil nama saja pun tak apa. Btw, blogku itu di blogspot, jadi ya mungkin tidak bisa difollow kalau dari wordpress. Atau kamu punya akun blogspot juga? Kalau aku sih biasanya subscribe blog orang di Feedly. Termasuk blogmu ini sudah aku subscribe di Feedly. 😀

      • Nah, apa itu feedly. Aku amatir soal blog, cuma berkutat di wordpress, itupun hanya posting, like, komen, backlink. Sederhana. Tapi, kucoba cek deh apa itu Feedly 🙂

        Kimi. Oke, Kimi 😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s