Akhir

Akhirnya saya menikah juga, pada tanggal 5 Desember 2020 yang lalu, di Kota Mataram. Istri saya, Sari Sastra Dewi, saya lamar beberapa bulan sebelumnya, tanggal 19 September. Dia meminta restu dari keluarganya sebulan sebelum lamaran, tanggal 19 Agustus. Itu sepekan setelah saya menyampaikan padanya niat untuk menikahinya, tanggal 13 Agustus. Dan jauh sebelumnya, saya sudah diberi isyarat oleh Allah untuk menikah, yakni tanggal 13 Mei.

Mulanya kami berdua ingin menikah di tanggal 19 Desember: supaya matching, 13-13-19-19-19. Tapi karena satu dua kendala, kami hanya bisa menikah tanggal 5 Desember. Namun Allah bermurah hati: tanggal 5 Desember itu bertepatan dengan tanggal 19 Rabi’ul Akhir 1442. Sungguh kebetulan yang menyenangkan.

Saya belum bisa menulis tentang pernikahan kami, atau menulis tentang Sari Sastra Dewi: istri saya yang mukanya masih seperti mahasiswi semester II itu (sedangkan muka saya seperti om-om, ubanan pula). Saya masih ada gegar psikologis. Padahal banyak yang bilang saya tampak sangat tenang. Mereka heran saya tidak gugup sedikit pun saat akad. Warga madrasah saya juga masygul saya mampu merahasiakan kabar pernikahan sampai H-3, lantaran saya terlihat biasa saja. Padahal banyak lambe turah di sana. Tapi sebetulnya di dalam dada saya ada kecamuk juga. Semacam tumpukan lelah psikis persiapan berbulan-bulan, kebahagiaan karena akhirnya menikah, dan syok karena di sebelah saya sekarang ada amanah besar.

Tapi akhirnya saya menikah.

Ada kawan yang bilang, pernikahan adalah awal. Perjalanan masih panjang. Tapi saya berharap pernikahan adalah akhir: berakhirnya segala cela di antara kami berdua. Mudah-mudahan, cela yang berakhir itu diikuti pula dengan berlimpahnya keberkahan, cinta, kebaikan, manfaat, kesetiaan, kelanggengan, kemudahan, dan ampunan dari Allah. Amin.

***

Blog ini juga sudah tiba di akhir babak. Sudah setahun penuh saya konsisten menulis tiga kali sebulan, setiap tanggal 3, 13, dan 23. Seperti Tansen dalam “Madre”-nya Dee Lestari: saya melihat kegiatan bloging sebagai terapi konsistensi. Sesibuk apapun, semalas apapun, sesedih apapun, tulisan harus terbit sesuai jadwal.

Apakah akan ada babak selanjutnya? Saya tidak tahu. Mungkin ada, dengan pola yang belum saya tentukan. Opsinya:

1. Menulis catatan liar, sekali seminggu;
2. Menulis esai ilmiah-populer, sekali sebulan;
3. Menulis catatan jalan-jalan dan kulineran;
4. Menulis figur orang-orang dan cerita mereka;
5. Menulis bab-bab novel sebagai cerita berantai (kebetulan saya ingin belajar menulis dan menerbitkan buku fiksi lagi).

Mungkin saya akan meng-upgrade blog ini, lalu mulai monetizing. Karena sudah menikah, saya harus menimbang multiple stream of income. Gaji sebagai guru dan penulis/editor lepas mungkin kurang. Begitu, kan, ya, sikap lazim orang-orang?

Mungkin juga saya akan hiatus, atau lebih parah lagi blog ini akan saya almarhum-kan. Hanya saja saya belum punya alasan yang tepat untuk berhenti. Takutnya saya cuma mengarang alasan.

Tapi saya belajar: ada baiknya bagi saya untuk ngeblog based on project. Konten bisa terarah bila selama kurun waktu tertentu saya menulis tema yang sama. Situasinya seperti kita bekerja meneliti sesuatu bersama sebuah funding, tapi dalam hal ini kita membayar diri kita sendiri dengan kepuasan. Saya juga belajar: tahun depan, beberapa bulan sebelum sebuah babak berakhir, saya harus merencanakan babak selanjutnya dengan matang.

***

Akhirnya, kepada pembaca setia yang jumlahnya seupil, kepada kawan-kawan bloger yang keberadaannya menyemangati saya, yang saya banyak belajar dari mereka, saya ingin katakan: “Ocean thanks for you!” Doakan blog ini tetap hidup. Doakan saya tetap menulis. Saya pun berdoa agar kita semua dijaga dalam kebenaran dan dilimpahi kebahagiaan. Amin.

See you! []

BONUS

Ical dan Sari, 19 Rabi’ul Akhir 1442

Standar

35 respons untuk ‘Akhir

  1. Barakallahu laka wa baroka alaika wa jama baina kuma fii khoir.. Akhirnya Bang Ical! Turut seneng dengernya setelah diprank hiks.. Istrimu bener iiiih, canciii hihihi. Semoga berkah, bahagia sampai tua ❤

  2. Alhamdulillah.. Selamat menempuh hidup baru (kaliman mainstream). 😁

    Semoga Allah beri kemudahan dalam segala urusan, Allah beri kecukupan dan rezki yg berlimpah.. Dan semoga terwujud rumah tangga yg Sakinah, Mawaddah dan warahmah.. Aamiin…

    Doain saya segera nyusul ya bg 😊

  3. Waaahh akhirnya bukan prank yang ini ya postingannya. Selamat ya, semoga jadi keluarga sakinah mawadah warahmah kalian berdua. Doakan juga supaya saya tetap nyusul #tetep

    Btw, saya sebagai netizen demanding, berharap blognya jangan dipensiunkan, tetapi sebagai netizen budiman, yang terbaik aja bagi yang punya blog 😁

    • “akhirnya bukan prank” 🤣

      amin, allahumma amin. syl, terima kasih banyak telah mendoakan kami. kamu akan menyusul, kok, tenang saja. tidak mungkin bloger ciamik kayak kamu tidak menyusul mendapat jodoh baik 😁

      dan.. aku berharap bisa punya ide untuk meneruskan blog ini dengan wajah lain. mudah-mudahan ide itu mampir dalam waktu dekat. doaken, syil 😁

  4. Bang Ical gagah sekali di foto itu. Gagah melebihi tampilan di manapun sebelumnya.
    Barakallah lakuma wa baraka ‘alaikuma wa ja’ala bainakuma fi khair….

    Saya rasa blog ini akan menemukan nasibnya, apapun itu. Satu hal yang saya yakin tidak berubah: Bang Ical akan kebingungan jika tidak menulis. Menulis sepertinya sudah jadi darah-daging Bang Ical.
    Jadi, di platform apapun, di media apapun, saya harap Bang Ical tetap menulis.

    Salam hangat dari Kabupaten Malang.
    Muhammad Hilal.
    🙂

    • amin, amin ya allah. terima kasih ustadz, terima kasih banyak 🙏🙏😢

      insyaallah blog ini tidak akan mati, ustadz. mungkin, lebih tepatnya, saya yang rasa-rasanya mustahil berhenti menulis. ustadz benar, saya akan kebingungan kalau berhenti menulis 😁

      salam hangat kami di mataram, ustadz ☺️

  5. Alhamdulillah, selamat atas pernikahannya, bang Ical dan kak Sari! Bingung ini penonton kok calonnya beda 😂

    O ya, sama nambahin, dulu pernah ngobrol sama adek soal pandangan Abang tentang makhluk laut. Terus, dia tanya soal pendapat bang Ical soal UFO, hehehe. Mungkin kapan-kapan bang Ical minat nulis soal itu. 😅

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s