Memahami Minimalisme

[disadur, diterjemahkan dan dikembangkan dari theminimalists dan simplelionheart]

***

Apa Itu Minimalisme?

Banyak orang menyamakan minimalisme sebagai gaya hidup yang melarang anda memiliki lebih dari 100 barang, melarang anda memiliki mobil atau televisi, tidak berkarir, dll. Akibatnya, banyak dari anda menyangka tidak mungkin menjadi seorang minimalist. Minimalisme bukan tentang hal-hal itu. Anda dapat hidup dengan harta benda yang lebih sedikit, atau tidak memiliki mobil atau televisi, atau tidak bepergian ke seluruh dunia; minimalisme dapat membantu anda. Tapi bukan itu intinya.

Minimalisme adalah cara hidup yang berlandaskan kebebasan. Bebas dari rasa takut tidak memiliki sesuatu. Bebas dari rasa khawatir disebut miskin. Bebas dari rasa terpuruk dan menderita. Bebas dari rasa bersalah karena gagal memenuhi standar sosial bikinan masyarakat. Bebas dari depresi. Bebas dari konsumerisme yang mengharuskan anda membeli, membeli, membeli dan membeli. Minimalisme adalah kebebasan.

Tidak ada yang salah dengan memiliki harta benda. Masalahnya adalah anda terlalu melekat dengan barang-barang anda, memberinya makna yang terlalu sentimentil sehingga anda begitu terikat dengannya, sampai-sampai anda mengabaikan apa yang sesungguhnya jauh lebih penting dalam hidup: kesehatan, pertemanan, cinta, spiritual, dan pengabdian. Minimalisme membantu anda menyadari “hal-hal yang terabaikan” itu.

Setiap minimalist punya jalan hidup yang berbeda-beda. Leo Babauta memiliki seorang istri dan enam anak. Joshua Becker memiliki karir yang cemerlang, rumah yang nyaman dan mobil yang bagus. Sebaliknya, Colin Wright memiliki 51 barang dan bepergian ke seluruh dunia. Tammy Strobel dan suaminya tinggal di ‘rumah kecil’ tanpa mobil. Tapi mereka semua adalah minimalist. Mereka hidup dengan memiliki tujuan yang letaknya bukan pada benda-benda, melainkan pada pengalaman, pada aktualisasi.

Jadi, apa itu minimalisme? Jika harus meringkasnya dalam satu kalimat, minimalisme adalah: cara melepaskan diri dari prioritas yang terlalu banyak dan cukup fokus pada kebahagiaan. Minimalisme mengajarkan bahwa kebahagiaan didapat dari kebebasan untuk berbuat baik, untuk memiliki pengalaman yang baik; kebahagiaan tidak didapatkan dari ketergantungan pada barang, pada citra, pada pendapat orang lain tentang anda.

Minimalisme membantu anda untuk hidup dengan menyadari the nowness (kesekarangan). Anda akan merasa hidup sepenuhnya, menikmati keberadaan anda saat ini, tidak terganggu dengan memori masa lalu, tidak punya terganggu dengan hasrat akan masa depan. Anda menghargai apa yang ada sekarang. Minimalisme mencari kebahagiaan bukan dalam benda-benda.

Ada banyak versi dan cara menggapai gaya hidup minimalis. Ada yang ketat, ada yang longgar. Tapi, selonggar-longgarnya suatu versi minimalisme, tetap tidak mudah untuk mengambil langkah pertama. Langkah pertama menuntut perubahan radikal dalam pola pikir, tindakan, dan kebiasaan anda. Anda harus mengalami sebuah “gegar mental”, sebab anda harus memilah antara hal-hal yang benar-benar penting dan hal-hal yang tampak penting tapi sebetulnya merupakan ilusi yang semu dan sementara. Setelah memilah, anda harus memilih yang pertama dan membuang yang kedua.

7 Hal yang Bukan Minimalisme

Pertama, minimalisme bukan tentang menyingkirkan semua yang anda miliki. Memang benar bahwa sebagian besar minimalist berusaha menyingkirkan barang-barangnya, sampai benar-benar sedikit, kurang dari 50 barang atau bahkan kurang dari 30 barang. Tetapi fokus seorang minimalist bukan pada apa yang bisa disingkirkan, melainkan apa yang bisa didapatkan dengan cara menyingkirkan barang-barang. Umumnya, para minimalist yakin bahwa semakin mampu kita menyingkirkan sebagian besar barang, semakin besar kedamaian yang bisa diraih. Barang punya daya tarik yang membuat manusia melekat dan pada gilirannya memasung kebebasan.

Kedua, minimalisme tidak membuat hidup anda terasa lebih sulit. Banyak yang menyangka minimalisme membuat hidup menjadi sulit karena kita memiliki sedikit barang. Sebetulnya, dengan memiliki sedikit barang, seorang minimalist telah memilih cara hidup yang baru. Mereka ingin bahagia dengan cara-cara yang sederhana, cara-cara yang berkualitas. Mereka berani membuat tradisi baru dan bereksperimen untuk tetap hidup normal meski tidak lagi memiliki banyak barang. Dan itu membuat mereka jadi lebih mudah dalam mencari, membersihkan, mengatur dan merawat barang. Mereka jadi lebih hemat dan lebih sehat.

Ketiga, minimalisme dan hemat tidaklah sama. Berhemat adalah upaya mencari peluang untuk tidak menggunakan uang. Sedangkan minimalisme adalah upaya untuk memilah secara kritis untuk apa uang akan dibelanjakan. Minimalisme tidak menahan anda menggunakan uang, tapi anda harus benar-benar memastikan uang itu digunakan untuk membeli pengalaman yang baik, yang menumbuhkan dan membebaskan jiwa. Menghemat uang bukanlah tujuan utama dari minimalisme. Seorang minimalist memilih untuk membeli sedikit barang, tetapi barang itu punya kualitas, benar-benar tepat-guna. Barang yang dibeli seorang minimalist membuatnya aktual; bukan barangnya yang aktual.

Keempat, anda tetap dapat menyimpan barang yang anda sukai. Anda tetap dapat memiliki hobi yang melibatkan persediaan fisik. Tapi, anda harus jujur pada diri sendiri dan juga bersikap kritis pada barang anda sendiri. Anda harus sadar dan siap untuk melepas barang saat ia terlalu banyak dan mengganggu kestabilan jiwa anda. Anda harus tahu mana mana barang yang benar-benar penting dan anda sukai, mana yang tidak. Sikap jujur dan kritis ini tidak mudah. Kunci minimalisme adalah ‘moderasi’. Anda harus memutuskan mana yang perlu disimpan dan mana yang harus dibagi. Kesukaan anda tidak dirampas, tapi anda secara tegas menetapkan standar. Misalnya, seorang minimalist kutu buku berprinsip bahwa jumlah buku yang bisa ia simpan hanya sebatas rak buku yang ia punya. Bila koleksi bukunya bertambah, bukan rak yang harus ditambah, tapi koleksi yang harus dikurangi.

Kelima, minimalisme tidak berarti anda harus tinggal di rumah serba putih yang terlihat dingin dan tidak menarik. Meskipun kebanyakan minimalist punya ketertarikan pada desain interior estetik semacam itu, tapi minimalisme tidak menganjurkannya. Apa yang dianjurkan minimalisme adalah rumah yang hanya memiliki perabotan yang benar-benar berguna, yang dalam pengalaman kritis banyak minimalist pasti tidak banyak jumlahnya. Anda masih dapat mendekorasi rumah anda dengan buku, lilin aromaterapi, atau bantal. Tapi itu harus bersifat pribadi, diabdikan untuk kesenangan anda, bukan untuk melayani mata para tamu, apalagi untuk meraih pujian.

Keenam, anda tidak harus saklek mengikuti aturan minimalisme versi minimalist lain. Anda bisa membuat aturan anda sendiri, membuat minimalisme versi anda sendiri. Tapi anda harus paham prinsip-prinsip dasar minimalisme, pokok filsafat dan ajaran dari minimalisme. Selebihnya, silakan anda bereksperimen dengan aturan yang anda berusaha tegakkan sendiri. Eksperimen ini bisa menjadi pengalaman yang menarik dan menantang.

Ketujuh, anda bisa tetap menikah dan memiliki anak. Banyak rumor beredar, mungkin karena contoh gaya hidup para tokoh minimalist yang terkenal, bahwa menjadi seorang minimalist berarti tidak menikah atau tidak punya anak, bahwa minimalisme hanya cocok untuk anak muda dan lajang. Tidak. Siapapun bisa menjadi minimalist. Faktanya, lebih baik menjalin kemelekatan pada manusia alih-alih pada barang. Bergaul dengan manusia bisa membuat hidup anda berarti. Terikat pada barang (benda, citra, dll) membuat anda terbelenggu. Namun seorang minimalist harus sadar bahwa inti dari pergaulan dengan sesama manusia adalah pengabdian dengan sikap, cinta dan pengalaman. Ia harus belajar untuk melayani keluarga bukan dengan benda. Hanya dengan begitu, sebuah keluarga akan tumbuh dengan kualitas. []

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: